Dasar Pendidikan: Merawat Bayi

Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts
Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts

Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi

Gumoh dan muntah seringkali terjadi menimpa pada bayi. Anda sebagai orang tua perlu tau cara mengatasi gumoh pada bayi atau setidaknya bisa meminimalisir gumoh. Berbeda dengan muntah, gumoh terjadi seperti air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit atau cukup banyak. Gumoh bersifat pasif dan spontan. Baik gumoh maupun muntah, hal ini dianggap biasa (normal) dialami bayi. Akan tetetapi, gumoh perlu untuk ditangani. Kali ini kami akan berbagi tips mengenai Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi yang sering terjadi.

Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi
  1. Hindari memberikan ASI atau susu ketika bayi berbaring. Jaga agar si kecil tetap dalam posisi sedikit ditegakkan dengan kepala lebih tinggi dari kaki  selama 30 menit setelah menyusu.
  2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi. Hal ini akan meningkatkan tekanan pada perut si kecil.
  3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebih setelah bayi menyusu.
  4. Kontrol jumlah ASI atau susu yang diberikan.
  5. Sendawakan bayi segera setelah menyusu. Caranya yaitu dengan menggendongnya dalam posisi tegak. Terkadang bayi masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.
  6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan susu. Apabila lubang pada dot terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Apabila terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang dapat memungkinkan bayi Anda mengalami gumoh.
  7. Hindari memberikan ASI atau susu pada saat bayi merasa sangat lapar. Hal ini dikarenakan bayi akan tergesa-gesa untuk meminum sehingga udara akan masuk.
  8. Jangan mengangkat bayi ketika gumoh. Mengangkat bayi ketika gumoh akan berbahaya, karena gumoh dapat turun lagi, masuk ke paru dan bisa mengganggu paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan si kecil. Biarkan ia muntah hingga tuntas.
  9. Biarkan saja bila si kecil mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Muntah pada bayi bukan hanya keluar dari mulut, melainkan juga bisa keluar dari hidung. Hal ini terjadi karena antara mulut, hidung, dan tenggorokan memiliki saluran yang berhubungan. 
  10. Hindari bayi tersedak. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, setiap kali bayi muntah Anda harus memiringkan badannya. Akan lebih baik bila sebelum ia muntah (pada saat ia menunjukkan gejala mau muntah) maka Anda segera memiringkan atau menengkurapkan tubuh bayi  Anda sambil ditepuk-tepuk punggungnya.
cara mengatasi gumoh pada bayi

Itulah ulasan singkat mengenai Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi yang dapat kami sampaikan. Pelajari juga Tips mengatasi jerawat pada bayi. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Stroller untuk Bayi

Tips Memilih Stroller untuk Bayi ~ Anda mungkin kerepotan bila mengajak si kecil untuk pergi ke suatu tempat. Salah satu solusinya yaitu dengan menggunakan kereta dorong bayi atau stroller. Berbagai model dan harga stroller di tawarkan cukup beragam. Namun, yang perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli stroller. Nah, berikut ini akan disampaikan  Tips Memilih Stroller untuk Bayi yang dapat Anda jadikan sebagai rujukan dalam membeli stroller.

Tips Memilih Stroller untuk Bayi

1. Keamanan. Hal utama yang perlu Anda perhatikan yaitu keamanan dari stroller tersebut. Beberapa hal yang berkaitan dengan kemanan diantaranya:

  • Periksa kestabilan dari stroller bayi yang akan Anda beli. Jangan sampai stroller yang Anda pilih mudah sekali terguling, terlebih bila ditambahkan barang-barang perlengkapan bayi.
  • Periksa kualitas sabuk pengaman. Bayi akan tetap aman meski ia bergerak-gerak ketika ia diletakkan pada stroller bayi. Lakukan tes kecil dengan menarik-narik sabuk pengamannya pada saat terkunci.
  • Periksa seluruh bagian dengan teliti. Periksa pula apakah stroller mempunyai bagian yang runcing yang dapat membahayakan si kecil atau orang-orang di sekitar stroller.
  • Periksa rem stroller bayi. Pastikan rem berfungsi dengan baik. Selain itu, perhatikan apakah stroller memiliki kunci roda saat kereta berhenti.

2. Pilihlah stroller dengan tinggi dorongan sesuai porsi tubuh Anda, sehingga Anda nyaman ketika mendorongnya. Atau pilihlah stroller yang memiliki tongkat pegangan yang dapat di diatur ketinggiannya.

3. Perhatikan roda stroller. Bila stroller direncanakan penggunaannya untuk bepergian jarak jauh dengan jalanan yang kurang rata, maka pilihlah stroller dengan roda agak besar untuk lebih memberikan kenyamanan kepada bayi. Akan tetapi jika digunakan hanya untuk dirumah dan keliling sekitar kompleks, maka gunakan roda lebih kecil.
Tips Memilih Stroller untuk Bayi

4. Perhatikan keranjang perlengkapan. Mampukah keranjang memuat beberapa item perlengkapan bayi atau tidak.

5. Pilihlah stroller yang mudah di lipat, sehingga praktis untuk di bawa ke mana-mana

6. Pilihlah stroller yang sesuai dengan usia bayi anda, hal ini juga menentukan ukuran dan bentuk stroller. Apabila bayi Anda berusia 7 bulan yang sudah mampu duduk, maka Anda bisa memilh stroller yang bisa menegakkan posisi bayi Anda untuk duduk.

7. Periksa tudung stroller, apakah bisa memberikan rasa teduh pada bayi atau tidak.

8. Pilihlah stroller yang menurut Anda ringan dan mudah untuk dikendalikan.

Baca juga : Cara mengajak bermain pada bayi yang baru lahir
Itulah beberapa Tips Memilih Stroller untuk Bayi yang dapat kami sampaikan. Semoga Anda benar-benar mempertimbaangkan berbagai hal yang telah disebutkan diatas sebelum memutuskan untuk membeli stroller untuk buah hati Anda.

Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi

Jika pada artikel sebelumnya penulis pernah menyinggung penyebab jerawat pada bayi, pada artikel kali ini penulis memberikan tips mengatasi jerawat pada bayi yang sering terjadi pada bayi yang masih berusia bulanan. Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh sebagian orang tidak terkecuali dengan bayi. Mengapa bayi bisa berjerawat?
Bayi yang baru lahir, kemunculan jerawat di bagian tubuhnya adalah kondisi alami dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih semala 4 bulan. Jerawat pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor hormonal dan juga obat-obatan yang dikonsumsi baik ibu atapun obat bayi itu sendiri.

Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi
Mungkin Anda sebagai orangtua akan khawatir bila jerawat itu muncul pada bayi Anda, Untuk itu, kami akan sedikit berbagi tips mengatasi jerawat pada bayi yang mungkin bisa membantu Anda.

1. Bersihkan Wajah Bayi Anda
Cara mengatasi jerawat pada bayi yang pertama yaitu Anda bisa membersihkan wajah bayi. Bersihkan wajah bayi dengan menggunakan air hangat sebanyak 2 hingga 3 kali sehari. Jerawat pada bayi sebenarnya akan hilang dengan sendirinya, yang perlu Anda lakukan yaitu menjaga kulit wajah bayi agar tetap bersih.

2. Menjaga Kebersihan
Jerawat pada bayi dapat diatasi dengan selalu menjaga kebersihan kulit wajah bayi Anda dari bakteri dan keringat agar tidak terjadi iritasi. Mulai dari pakaian, popok, dot hingga dan barang atau perlengkapan bayi lainnya harus terjaga kebersihannya.

3. Hindari Memencet Jerawat Bayi
Hindari memencet atau memecah jerawat pada bayi. Hal ini bertujuan agar mencegah bakteri dan kuman yang terdapat pada tangan Anda sehingga menempel pada kulit wajah bayi. Maka dari itu hindari memencet kulit bayi jika jerawat terdapat pada bayi.
Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi

4. Hindari penggunaan Lotion
Salah satu tips mengatasi jerawat pada bayi agar tidak semakin parah ialah dengan menghindari penggunaan lotion, karena sika jerawat sudah terdapat pada bayi, di usahakan untuk menghindari penggunaan lotion pada kulit wajah bayi. Penggunaan lotion berminyak hanya akan membuat jerawat pada bayi makin parah. Penggunaan obat jerawat lotion pada bayi harus dengan seizin dokter. Hal ini perlu diperhatikan agar jerawat pada bayi tidak menjadi semakin parah.

Itulah beberapa informasi tentang Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi. Apabila jerawat pada bayi Anda semakin parah, sebaiknya konsultasikan pada dokter spesialis anak ataupun spesialis kulit, untuk mengetahui apakah bayi Anda terindikasi penyakit lain serta memberikan penanganan yang tepat untuk bayi Anda. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Berbagai Jenis Metode Menidurkan Bayi

Bayi mempunyai keunikan masing-masing dalam tumbuh kembangnya, begitupula dalam membiasakan waktu tidur dan metode yang dipakai untuk membuat buah hati Anda tertidur. Untuk itu, berikut kami akan menjelaskan beberapa metode yang bisa Anda sesuaikan dengan bayi Anda. Simak ulasannya dibawah ini.

Berikut Metode-metode Menidurkan Bayi

1. Metode ferberizing
Metode menidurkan bayi yang pertama yaitu  Metode ferberizing. Metode ini menidurkan bayi dengan membiarkan bayi menangis hingga tidur terlelap. Meski terkadang beberapa orangtua tidak menggunakan metode ini karena dianggap membuat bayi tidak nyaman dan malah menjadikan bayi menangis semakin keras. Padahal metode ini bisa Anda lakukan dengan alas an Anda mengetahui jadwal tidur bayi Anda, sehingga ketika bayi Anda menangis di saat waktunya untuk tidur, maka Anda bisa menggunakan metode ini dengan membiarkan si kecil menangis lebih panjang dari biasanya. Bagi Anda yang akan menggunakan Metode ferberizing ini Anda bisa memulainya dengan rutinitas di malam hari sehingga membantu menciptakan suasana tenang pada anak Anda dan menandakan waktu tidur. 
Kesulitan dalam menggunakan metode ferberizing yang dipopulerkan oleh Richard ferber ketika bayi menangis dan harus membiarkannya hingga 5 menit. Kemudian biarkan si kecil mendengarkan suara lembut Anda tanpa menggendongnya. Di malam berikutinya, Anda bisa memberi jeda 10 menit hingga bertahap 15 menit di malam-malam selanjutnya. Dalam metode ini Anda harus peka terhadap tangisan bayi Anda sehingga Anda bisa mengetahui penyebab bayi menangis apakah dikarenakan hal-hal yang harus diwaspadai seperti tersedak atau hal-hal lainnya.

2. Metode No Cry
Metode menidurkan bayi yang ke dua yatu Metode No Cry. Metode ini menitikberatkan kedekatan antara Anda dan bayi Anda sehingga Anda bisa menguranginya secara bertahap. Metode ini sangat cocok untuk Anda yang tidak menginginkan bayi Anda menangis di malam hari. Metode No cry ini yaitu menjaga waktu secara konsisten dan melakukan rileksasi yang menegangkan pada si kecil. Dalam melakukan metode ini yang Anda harus menjaga sepanjang malam bayi Anda sehingga Anda lebih dekat dengan buah hati Anda. Sentuhan lembut Anda yang mendekatkan bayi Anda dengan ASI akan membuatnya kembali mengantuk. Sebaiknya dalam menerapkan metode ini Anda harus memperhatikan keamanan selama Anda tidur dengan bayi Anda. Jika seranjang dengan bayi, Ada harus memperhatikan kenyamanan dan risiko bayi Anda tertindih.
Berbagai Jenis Metode Menidurkan Bayi


3. Metode Long Good Bye
Metode menidurkan bayi yang selanjutnya yaitu Metode Long Good Bye. Metode ini menekankan cara agar Anda memiliki batasan secara perlahan pada bayi Anda. Metode ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki kesibukan aktivitas harian Anda sehingga Anda memiliki waktu yang lebih panjang. Adapun cara yang bisa Anda lakukan dalam menerapkan metode ini  yaitu dengan cara membiasakan bayi Anda untuk dibaringkan di tempat tidurnya hingga mengantuk, ketika si kecil rewel, maka Anda bisa menepuk-nepuknya dengan lembut sehingga bayi Anda kembali tenang.
Bagi anda yang menerapkan metode ini sebaiknya Anda tidak buru buru merespon tangisan namun memberikan waktu sehingga pada saat tangisannya histeris barulah Anda menggendong bayi Anda. Anda bisa melakukan metode ini secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan untuk bayi Anda, Namun hal yang harus Anda perhatikan yaitu jangan terburu-buru meninggalkan bayi Anda sendiri, Anda bisa membiasakannya secara perlahan dan sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa.

4. Metode Self Soothing
Metode menidurkan bayi yang terakhir yaitu Metode Self Soothing. Metode ini dilakukan dengan cara membiarkan si bayi untuk tidur sendiri dengan membiasakan jadwal tidur dan menenangkannya dengan verbal. Metode ini cocok diterapkan untuk mengatur bayi secara personal agar tetap tenang. Anda bisa mengawalinya dengan ritual yang mendukung metode ini, misal dengan mandi menggunakan air hangat, lampu yang redup dan membaca buku cerita sehingga membuat buah hati Anda tenang. Selanjutnya hal yang tidak kalah penting dalam melakukan metode self soothing yaitu menenangkan dengan suara Anda sendiri sehingga membantunya saat terbangun di malam hari. Anda membutuhkan waktu minimal satu minggu hingga bayi Anda dapat terlelap. Perhatikan daftar lagu yang bisa membuat bayi Anda tenang dan putar dengan volume kecil untuk menjadi pengantar tidurnya.

Cukup sekian penjabaran mengenai Metode-metode Menidurkan Bayi yang bisa Anda terapkan. Apakah metode yang Anda pilih? Apapun metode yang Anda pilih semuanya juga tergantung dengan kebiasaan Anda dan juga bayi Anda. Semoga artikel di atas bisa bermanfaat bagi kita semua.

Manfaat ASI untuk Bayi dilihat dari Berbagai Aspek

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk bayi. Begitu banyak manfaat ASI untuk bayi yang bisa dilihat dari berbagai aspek. Keunggulan dan manfaat menyusui menggunakan ASI eksklusif bisa dilihat dari beberapa aspek, diantaranya : aspek gizi, aspek kecerdasan, aspek imunologis, aspek psikologis, neurologis, aspek ekonomis serta aspek penundaan kehamilan.

1. Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
  • Kolostrum memiliki kandungan zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Meski sedikit akan tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Untuk itu, kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein, vitamin A tinggi serta kandungan karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi si kecil pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi pertama yang berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI
  • ASI mudah untuk dicerna, karena selain memiliki kandungan zat gizi yang sesuai, juga kandungan enzim-enzim mampu mencernakan zat-zat gizi yang ada dalam ASI tersebut.
  • ASI kaya akan zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi.
  • Selain kaya akan kandungan protein, ASI juga mempunyai perbandingan antara Whey dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whey dan Casein adalah salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung Whey :  Casein lebih banyak yaitu 65:35 sedangkan pada susu sapi perbandingan Whey :Casein yaitu 20 : 80. Perbandingan Whey dan Casein pada ASI menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap dibandingkan dengan susu sapi.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
  • Taurin merupakan asam amino yang terkandung dalam ASI berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting dalam proses maturasi sel otak. 
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak secara optimal. Kandungan DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 dan Omega 6

2. Aspek Kecerdasan
  • Interaksi antara ibu dan bayi serta kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang mampu meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Sebuah enelitian menunjukkan IQ pada bayi yang diberikan ASI mempunyai IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI.
Pelajari juga cara mengajak bermain bayi yang baru lahir

3. Aspek Imunologis
  • ASI memiliki kandungan zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  • Kadar Immunoglobulin A (Ig.A) dalam ASI cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi bisa melumpuhkan bakteri E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin merupakan sejenis protein yang termasuk komponen zat kekebalan yang mengikat  zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim yaitu enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri E. coli dan salmonella dan virus. Jumlah lysosim di dalam ASI 300 kali lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama berjumlah lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari BALT, GALT dan MALT.
  • Faktor bifidus  menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus yang berfungsi menjaga keasaman flora usus bayi dan menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan pada tubuh bayi.
Manfaat ASI untuk bayi dilihat dari berbagai aspek lainnya ialah
4. Aspek Psikologis
  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui. Menyusui dipengaruhi oleh emosi sang ibu dan kasih sayang terhadap si kecil akan meningkatkan produksi hormon oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • Interaksi antara ibu dan bayi. Pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi tergantung pada kesatuan ibu dan bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu dan bayi. Kasih sayang antara ibu dan bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit. 
Kenali juga penyebab jerawat pada bayi
5. Aspek Neurologis
  • Dengan bayi menghisap ASI, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas pada bayi baru lahir akan lebih sempurna.
Manfaat ASI untuk Bayi

6. Aspek Ekonomis
  • Menyusui dengan ASI, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi hingga bayi berumur 4 bulan. Dengan kata lain, Anda akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula.
7. Aspek Penundaan Kehamilan
  • Dengan menyusui secara eksklusif bisa menunda haid dan kehamilan pada ibu, sehingga bisa dijadikan sebagai alat kontrasepsi alami yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Itulah manfaat ASI untuk bayi yang bisa dilihat dari berbagai aspek, untuk tumbuh kembang bayi dan juga manfaat bagi Ibu, semoga bermanfaat.

Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi

Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi - Mungkin Anda sebagai orangtua akan merasa cemas bila melihat munculnya jerawat pada wajah bayi Anda. Acne neonatorun atau jerawat bayi adalah kondisi munculnya jerawat pada kulit bayi. Kondisi ini biasanya dialami oleh 20% dari bayi yang baru lahir.
Jerawat muncul pada saat bayi Anda lahir dan biasanya muncul sekita 2 hingga 4 minggu pascakelahiran. Jerawat ini umumnya muncul di daerah wajah, sekitar leher, tubuh bagian belakang, dan bahkan juga muncul pada bagian lengan bayi. Lalu, apa yang menjadikan jerawat ini muncul pada seorang bayi? Berikut, kami akan mengulas bahasan mengenai Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi. Namun, sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu menegnai gejala-gejala munculnya jerawat pada bayi.

Gejala Munculnya Jerawat
Gejala munculnya jerawat pada bayi ditandai dengan jerawat yang akan berubah menjadi ruam berbentuk jerawat kecil dan berwarna kemerahan. Kadang-kadang jerawat yang muncul berbentuk white head Acne. Ketika bayi merasa sangat kepanasan dan dalam kondisi marah jerawat ini akan muncul. Akan tetapi ada kalanya jerawat ini tidak nampak sama sekali. Jerawat pada wajah bayi akan hilang sendirinya dalam kurun waktu 4 bulan dan tidak meninggalkan bekas. 

Penyebab Bayi Berjerawat

1. Hormon
Penyebab jerawat bayi yaitu berubahnya hormon yang pada tubuh bayi hingga berpengaruh pada kerja kelenjar minyak di dalam kulit bayi. Pada tahap akhir masa kehamilan, melalui plasenta hormon sang ibu bisa memasuki area tubuh bayi. Penyebab utama dalam timbulnya jerawat pada bayi yaitu hormon andrenal androgen yang mempengaruhi jerawat bayi masih dalam kandungan melewati plasenta.

Selain melalui plasenta tersebut, hormon yang terdapat dalam diri ibu juga dapat masuk melalui ASI yang diberikan kepada bayi. Hormon yang diperkenalkan pada tubuh bayi akan mempengaruhi perubahan hormonal tubuh bayi tersebut, sehingga menstimulasi kelenjar minyak dan akhirnya memicu tumbuhnya jerawat pada bayi.

2. Obat-obatan
Selain dari faktor hormonal, penyebab tumbuhnya jerawat pada bayi yaitu obat-obatan yang dikonsumsi oleh sang ibu menyusui ataupun obat-obatan milik bayi itu sendiri, seperti steroid baik oral ataupun topikal, anti depresean atau obat kontrasepsi.

Itulah artikel tentang Penyebab Jerawat pada Bayi yang dapat disampaikan. Pada dasarnya jerawat bayi tidak harus diobati. Dibutuhkan waktu beberapa bulan agar jerawat tersebut hilang dengan sendirinya. Kecuali bila terlihat tanda-tanda jerawat yang semakin parah, maka konsultasikan pada dokter anak untuk memberikan penanganan lebih lanjut.

Cara Mengajak Bermain pada Bayi yang Baru Lahir

Mengajak bermain si kecil yang baru lahir memang cukup membuat Anda sebagai orangtua kebingungan begitu pula pengasuh bayi Anda (bila memiliki pengasuh bayi). Bayi yang baru saja lahir belum bisa merespon banyak lingkungan disekitarnya. Inilah yang justru harus dilakukan oleh baik orangtua maupun pengasuh dalam berinteraksi dengan bayi yang baru lahir. Hal ini dikarenakan stimulasi dengan cara bermain yang baik akan menunjang tumbuh kembang si kecil. Pentingnya mengajak buah hati Anda bermain ketika baru lahir berkaitan dengan cara untuk menghilangkan rasa bosan dan kesepian yang bisa membuat bayi Anda mengalami stres ringan sehingga berpengaruh pada perkembangan otak bayi Anda.

Bermain, Cara yang Tepat

Bermain merupakan cara utama bahwa bayi belajar bagaimana cara untuk bergerak, berkomunikasi, bersosialisasi, serta memahami lingkungan mereka. Selama bulan-bulan pertama, bayi Anda akan belajar berinteraksi dengan keluarga termasuk Anda, keluarga dan juga pengasuhnya. Hal pertama yang akan dipelajari oleh bayi Anda yaitu mengasosiasikan nuansa suara, sentuhan, dan melihat wajah Anda untuk memperoleh kenyamanan tersendiri menururt si bayi. Anda bisa mendorongnya untuk belajar dengan merangsang indera buah hati Anda dengan cara yang lebih positif, yaitu dengan senyuman, tekanan suara yang berbeda, dan sentuhan yang lembut.

Bahkan di  usianya yang masih muda, bayi yang baru lahir telah siap untuk belajar tentang dunia yang ada di sekitar mereka. Bayi baru lahir sangat menyukai ketika melihat wajah Anda sebagai ibu. Demikian pula, pada hari-hari pertama dan minggu pertama kehidupannya. Bayi yang baru lahir mampu mengenali suara ibu mereka dengan sangat baik. Bayi Anda akan merespon suara Anda atau suara menarik lainnya dengan melihat waspada dan menjadi kurang aktif. Bayi Anda mungkin mencoba mencari tahu dimana letak dari suara itu berasal dengan melihat lingkungan sekitar yang bisa dijangkaunya dengan memutarkan kepalanya. Ketika Anda tersenyum dan berbicara dengannya, wajah dan suara Anda akan menjadikan sumber yang nyaman bagi buah hati Anda untuk mendapatkan kehangatan dan sentuhan yang menyenangkan.

Bayi dilahirkan dengan tanggapan atau refleks untuk rangsangan tertentu, seperti halnya sentuhan. Refleks ini sangat membantu menjamin kelangsungan hidup si kecil. Selain itu rangsangan atau sentuhan juga akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk berinteraksi dengan dunianya. Misal, refleks rooting ini ditimbulkan oleh lembut membelai pipi bayi yang baru lahir. Respon dari bayi ialah untuk mengubah posisinya kepala dan mulut ke sisi sentuhan tersebut. Ketika mereka berusia 3 minggu, bayi akan berubah ke arah payudara atau botol tidak hanya keluar dari refleks, tapi karena ia telah belajar bahwa keduanya merupakan sumber makanan baginya.

Selain itu, refleks grasping (refleks menggenggam) yaitu refleks dengan gerakan jari-jari mungilnya mencengkram benda yang disentuhkan padanya, indikasi syaraf berkembang normal hilang setelah ia berusia 3 sampai 4 bulan. Bayi akan secara otomatis menggenggam jari pada saat Anda menyodorkan jari telunjuk ataupun benda kepadanya. Refleks menggenggam terjadi pada saat sesuatu menyentuh telapak tangan si kecil. Ia akan merespon dengan cara menggenggamnya sangat kuat dan bahkan sulit untuk melepaskannya.

Setelah memperhatikan kedua refleks tersebut, ada kaitannya dengan cara mengajak bermain si kecil. Berikut ini beberapa cara untuk mendorong bayi Anda untuk belajar dan bermain :
  1. Memainkan musik yang menenangkan sembari Anda menggendong buah hati Anda danm dengan lembut bergoyang mengikuti lantunan irama yang dimainkan.
  2. Pilihlah lagu-lagu yang menenangkan atau Anda juga bisa memilih lagu pengantar tidur untuk Anda nyanyikan. Keakraban dari suara dan kata-kata yang terdengar akan mempunyai efek menenangkan bagi si kecil.
  3. Senyuman, gerakan mulut, julurkan lidah Anda, dan ekspresi lainnya pada bayi Anda, ia akan belajar untuk meniru.
  4. Gunakan mainan favorit bagi si kecil untuk fokus terhadap benda tersebut dan bisa menemukannya.
Itulah ulasan mengenai Cara Mengajak Bermain pada Bayi yang dapat kami sampaikan. Yang perlu diingat bahwa perrkembang pada bayi memiliki tingkat yang berbeda. Apabila Anda melihat keganjalan dalam perkembangannya baik itu dalam berbicara, melihat, merespon terhadap lingkungan, maka Anda bisa langsung berkonsultasi kepada dokter Anda.