Dasar Pendidikan: Parenting

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Cara Mengarahkan Anak Pada Hal Positif

Manusia adalah makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Salah satu kemulian yang dimiliki manusia yang diberikan oleh Tuhan adalah diberikannya kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain yaitu “akal”. Manusia mulia karena akalnya, yaitu digunakannya akal untuk berfikir. Berfikir dalam hal ini adalah mampu membedakan antara hal positif dan hal negatif, ketika seseorang menggunakan akalnya untuk berpikir positif maka kemulian yang didapatnya baik dimata manusia dan utamanya di mata Tuhan sebaliknya ketika seseorang menggunakan akalnya untuk berfikir negatif maka jatuhlah kemuliaanya di mata manusia apalagi di mata Tuhan.

Sesuai dengan kutipan diatas bahwasannya kemuliaan seseorang bergantung pada cara berfikirnya maka setiap individu memiliki andil untuk ikut mengarahkan sesamanya kepada hal positif karena kita memiliki kewajiban atas hak orang lain yaitu saling nasihat menasihati dalam ketakwaan dan kesabaran, dalam hal tersebut maknanya sangat luas. Orang tua adalah individu pertama yang berkewajiban mengarahkan anaknya kepada hal-hal positif, yaitu mengarahkan akal nya untuk berfikir bagaimana membedakan antara hal positif dan negatif. Sejatinya anak-anak yang dalam masa belajar mereka mampu berfikir mana yang baik dan tidak baik, namun orang tua tidak cukup sampai disitu peran orang tua mengawasi anak sangat diperlukan karena faktor-faktor dari luar sangat rentan terhadap pola fikir anak. Di sekolah anak mendapatkan pendidikan moral namun itu belum cukup untuk mencegah kontaminasi dari luar, untuk itu peran pengawasan sangat perting.

Lalu bagaimana cara mengarahkan anak kepada hal yang positif, dengan kondisi sekarang ini, berikut adalah beberapa cara yang mungkin dapat membantu untuk mengarahkan anak pada hal positif.

Cara Mengarahkan Anak Pada Hal Positif
Berikut beberapa cara mengarahkan anak pada hal positif :

  1. Orang tua jangan cukupkan memberi pendidikan kepada anak dengan belajar di sekolah saja, karena pendidikan yang di dapat disekolah full memberikan ilmu umum yang menjadi bekal anak mengejar cita-citanya. Diluar dari waktu belajarnya anak akan menggunakan waktu luangnya untuk bermain bersama teman-temannya. Disinilah kiranya anak mendapatkan warna untuk membentuk karakternya, dan orang tua perlu mengawasi anaknya bersama siapa ia bermain. Dalam hal ini orang tua dapat menyeimbangkan pendidikan umum dan pendidikan akhlak dengan mengikut sertakan anak dalam pengajian anak atau remaja. Dengan mengaji anak akan mendapatkan pendidikan akhlak lebih banyak sehingga ini sangat membantu mengarahkan anak kepada hal positif.
  2. Membuat suasana rumah nyaman tidak kalah pentingnya, kenyamanan rumah tidak tergantung pada besar dan mewahnya rumah akan tetapi orang-orang yang terdapat di dalamnya yang memberikan kenyamanan pada suasana rumah. Kenyamanan kekeluargaan mengarahkan anak untuk teratur dan lebih senang mengahbiskan waktunya di rumah, sehingga anak terhidar dari hal negatif. Ketika anak berkegiatan di luar rumah maka berikan anak hard warning, agar ia memanfaatkan waktunya diluar rumah dengan baik dan tidak bertentangan dengan apa yang dinasehatkan kepadanya.
  3. Apresiasikan potensi yang dimiliki anak, sejatinya setiap anak memiliki potensinya masing-masing baik dalam akademik, seni, olahraga dan lain-lain. Dengan membantu mengapresiasi potensi yang dimiliki anak, anak akan berfikir untuk mendalami kemampuannya, sehingga cara berfikirnya akan lebih terarah kepada hal yang positif yang akan membuatnya lebih maju dengan kemampuan yang dimilikinya, daripada ia harus menghabiskan waktunya dengan sia-sia.
  4. Jangan biarkan anak memilih jalannya sendiri, arahkan setiap keinginanya kepada hal yang lebih baik. Jadilah tempat curhat terbaik bagi anak dengan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi anak, ketika anak merasa tidak ada teman yang cocok dengannya maka jadilah teman yang baik bagi anak, ketika anak merasa sedih karena temannya jadilah sahabat yang menegarkannya dan lebih dari pada itu jadilah orang tua yang pengetian dan teladan yang baik bagi anak. Dengan begitu anak akan merasa senang dan tenang ketika ia diarahkan dan anak akan selalu meminta arahan dan solusi kepada orang tuanya.

Gimana bunda, sudah ada hal positif yang bisa dilakukan dalam rangka cara mengarahkan anak pada hal positif seperti penjelasan diatas ? Yuk coba diterapkan, dan lihat hasilnya.

Cara Mudah Mengontrol Perilaku Negatif Anak

Ada perilaku baik pasti ada perilaku buruk, setiap anak memiliki kedua sifat tersebut. Orang tua memiliki peran utama mengontrol setiap perilaku anaknya. Mengontrol anak yang memiliki dominan perilaku baik itu tidaklah sulit anak semacam ini lebih mudah diatur dan diarahkan. Sangat bertolak belakang dengan anak yang memiliki dominan perilaku negatif, perlu kesabaran ekstra untuk mengontrol dan mendidiknya. Seperti yang pernah saya ulas dalam beberapa artikel sebelumnya, bahwa lagi-lagi orang tua lah yang kemudian harus memperbaiki dirinya  terlebih dahulu, karena pada dasarnya anak akan mengikuti apa yang pertamakali ia lihat dan ia dengar.

Selain orang tua yang berpengaruh memberikan perilaku positif dan negatif kepada anak, ada pula beberapa factor yang ikut andil dalam mempengaruhi perilaku anak yaitu diantaranya :
1. Keluarga, memiliki andil yang cukup kuat untuk membentuk perilaku/karakter anak, karena disinilah masa pendidikan anak dimulai.
2. Lingkungan, lingkungan yang buruk memiliki dorongan kuat bagi setiap warganya untuk berperilaku buruk pula dan perlu keteguhan ekstra melindungi keluarga dari pengaruh buruk lingkungan tersebut, dan sebaliknya lingkungan yang baik mendorong setiap warganya untuk berperilaku baik.
3. Tontonan, orang tua banyak dari kita mengetahui tayangan-tayangan TV saat ini, banyak diantaranya yang tidak layak menjadi tontonan anak-anak, oleh karenanya perhatikan tontonan seperti apa yang disukai anak pastikan apa yang dilihat anak adalah tontonan yang baik baginya.
4. Teman, “perumpamaan seorang teman, apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan mendapati wanginya. Sedangkan apabila berteman dengan seorang pandai besi maka bisa jadi kita akan terkena apinya” mungkin kutipan tersebut cukup mewakili bahwasannya seorang teman sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku anak. 

Faktro-faktor diatas sangat umum ada di sekitar kita, dan telah menjadi bagian dari kebutuhan premier seseorang, selain sandang pangan dan papan. Lalu bagaimana orang tua mengontrol prilaku anak, dengan semua faktor yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian anak. Orang tua mulailah mengontrol anak dengan membekali anak pendidikan moral dan akhlak yang continue.

Cara Mengontrol Perilaku Negatif Anak
Berikut beberapa cara mudah mengontrol perilaku negatif anak
1. Berikan rambu-rambu pada anak, sejatinya anak yang memiliki dominan perilaku negatif tidak senang diatur ia akan banyak melanggar nasihat orang tua. Namun orang tua dapat memberikan rambu-rambu pada anak, mana yang boleh dan masih dalam batas wajar, dan berlakukan punishment untuk sekedar membuat anak jera.
2. Mengontrol sesuai keadaan lingkungan, ketika lingkungan baik orang tua tua dapat mengontrol anak cukup dengan megarahkan anak, namun ketika lingkungan buruk ada baik nya anak diberi ruang bermain di rumah dengan begitu orang jauh lebih mudah mengontrol perilaku anak.
3. Perhatikan apa yang menjadi acara TV kesukaannya, acara TV memiliki sifat persuasif dimana setiap pasang mata yang melihat acara di TV apapun itu, baik spontan atau tidak akan membawa penontonnya menjadi seorang plagiat. Oleh karenanya orang tua berilah larangan anak untuk menonton TV dimalam hari.
4. Perhatikan bersama siapa anak berteman, membatasi pertemanan memang tidak dianjurkan namun mengawasi dan mengontrol itu sangat perlu. Cara kontrol yang mudah diterapkan pada hal ini adalah memberikan kesempatan anak untuk membawa teman-temannya bermain bersama dirumah, disitu dapat kita lihat bagaimana anak bergaul dan berperilaku.
5. Berikan edukasi tentang perilaku buruk dan dampaknya, begitupun sebaliknya berikan pula edukasi pentingnya berperilaku baik. Dengan memberikan edukasi yang baik dan agar anak menghindari yang buruk, ini akan menjadi kontrol orang tua kepada anak ketika anak tidak bersama orang tua, baik ketika anak sedang bersekolah ataupun kegiatan lain di luar rumah.

Itu tadi beberapa tips atau cara mengontrol perilaku negatif anak yang bisa Anda perhatikan, untuk mendidik anak Anda menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan sebagai orang tua sudah sepantasnya peduli terhadap perilaku anak.

Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak

Membaca adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi hobi dari setiap orang. Untuk membantu anak suka membaca, Anda perlu membaca banyak buku dan motivasi. Melalui buku, anak bisa membuka pikirannya terhadap pengetahuan yang ada disekitarnya dan juga bisa meningkatkan kreativitas si anak.

Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak
Berikut Tips Meningkatkan Minat Membaca Anak yang bisa Anda terapkan pada anak Anda.

1. Biasakan Diri Anda Membaca 
Untuk meningkatkan minat membaca anak, Anda harus memberikan contoh yang baik untuknya. Caranya Anda bisa membaca koran atau majalah, sehingga Anda bisa melihat kebiasaan orangtuanya dalam membaca dan timbut minat untuk ikut membaca.

2. Sediakan Bacaan Sesuai Usianya
Pertimbangkan untuk berlangganan majalah. Sediakan majalah, tabloid atau bacaan yang sesuai dengan usia anak Anda atau serial buku yang bisa membuat si kecil  tertarik untuk belajar membacanya. Letakkan buku dan majalah di rak dan mudah untuk dijangkau olehnya.

3. Ajak Anak ke Toko Buku
Ketika Anda pergi ke toko buku, ajaklah anak Anda agar anak tertarik dengan berbagai genre buku anak yang tersedia dan ingin membacanya di rumah.
Tips Meningkatkan Minat Membaca pada Anak

4. Bahaslah tentang buku-buku menarik dengan anak Anda
Ketika sedang santai bersama anak, bahaslah buku-buku yang disukai anak Anda. Mintalah anak Anda untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacanya. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana membaca memainkan peran penting dalam hidup seseorang karena merupakan sumber pengetahuan.

5. Bantu anak Anda menyusun buku-bukunya
Menyusun sendiri buku-buku favorit anak dalam rak bisa menumbuhkan minat anak untuk memperbanyak koleksi bukunya. Minat untuk mengoleksi buku-buku bisa menumbuhkan keinginan membaca yang lebih besar.

6. Ajarkan si Kecil Membaca Buku dengan Menyuarakan Tokoh yang ada dalam Buku
Membaca puisi, dialog atau narasi bisa menghidupkan kata-kata pada setiap halaman. Tunjukkan pada si kecil bagaimana menggunakan nada suara yang harus digunakan untuk bertindak sebagai karakter tokoh dalam buku.

7. Tingkatkan Level Bacaan Anak
Untuk membantu anak membaca secara teratur, Anda mungkin harus mengenalkan berbagai jenis buku padanya. Tingkatkan level bacaan secara perlahan-lahan seiring dengan perkembangan usia anak.

Demikian beberapa tips yang perlu Anda pelajari sebagai orang tua, untuk meningkatkan minat membaca pada anak usia dini, semoga bermanfaat dan jangan lupa di share ya bunda.

Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan

Di usianya yang masih tergolong muda, anak bisa belajar mengenai dasar-dasar bersikap sopan. Hanya saja ia belum terlalu mengerti atau bisa melakukannya secara langsung ketika Anda mengajarinya sesuatu pada saat ini. Lantas, apa yang dapat Anda lakukan?
Jadikan saja sopan santun sebagai bagian dari perbincangan antara Anda dan anak. Memikirkan perasaan orang lain adalah dasar dari sikap yang sopan. Doronglah anak untuk selalu melakukannya.
Seiring dengan bertambahnya usia, anak semakin mampu mengikuti petunjuk dan arahan Anda dalam menunjukkan sikap yang sopan. Di sekolah, ia akan selalu diminta untuk diam, antre, dan mengacungkan jari ketika dipanggil guru.

Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan
Berikut ini kami akan memberikan Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan yang bisa Anda terapkan.

1. Bicarakan Tentang Harapan
Keterampilan berbahasa anak memang masih dalam tahap berkembang, sehingga Anda dapat menanyakan padanya tentang bagaimana seharusnya kita menjaga sopan santun. Beritahu apa harapan Anda ketika kita bersikap sopan dan dengarkan kesulitan apa yang  dialaminya. 
Jka si kecil tidak bisa duduk diam saat anggota keluarga lain sedang menikmati makan malam, biarkan ia meninggalkan meja makan untuk bergerak sesukanya. Hanya saja, ia harus berada dalam jangkauan Anda. Juga, anak sering mengikuti aturan yang mereka pikir diciptakannya, sehingga mintalah ia untuk mengatakan aturan sopan santun apa saja yang akan dipikirkannya.
Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan


2. Jaga Batasan-batasan
Mungkin Anda pernah mengatakan pada anak Anda bahwa Anda merasa sedih ketika ia mengatakan baju Anda jelek. Meski demikian, tetaplah berusaha membuka diskusi tentang apa yang dapat dan tidak dapat diterima. 
Cara yang lebih baik untuk mengatasinya yiatu dengan mengatakan, “Kamu tidak sopan untuk berbicara seperti itu terhadap Mama”. Mengajarkan anak untuk memiliki sikap sopan santun adalah sebuah proses yang berlangsung terus menerus. Anda harus bersabar dan tetap yakin bahwa anak Anda mampu melakukannya meski masih usia anak-anak. 

Baca juga : Tips mendidikan anak agar tidak manja dan lebih mandiri

Itulah sedikit ulasan mengenai Tips Mengajari Anak untuk Bersikap Sopan yang dapat kami sampaikan. Selebihnya Anda sebagai orangtua lebih mengetahui karakter anak Anda masing-masing dan lebih paham dalam memberikan solusi yang berkaitan dengan sikap anak Anda.

Tips Mendidik Anak agar Lebih Mandiri dan Tidak Manja

Didalam sebuah keluarga, tentu Anda mengingikan anak bisa tumbuh menjadi orang yang mandiri. Sebagai orangtua, Anda perlu berhati-hati dalam mengasuh anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita bisa berpengaruh pda kehidupannya di masa depan. Berikut ini akan disampaikan Tips Mendidik Anak agar Lebih Mandiri dan Tidak Manja

1. Jangan Menuruti Semua Keinginan Anak
Meski Anda sangat menyayangi buah hati Anda, menuruti semua keinginannya hanya akan membuat anak Anda tumbuh menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Bila si kecil sudah dimanjakan dan semua keinginannya diwujudkan oleh Anda
Dampak ke depannya anak tidak bisa mandiri dan malas karena mereka akan mengandalkan Anda sebagai orangtuanya bisa mewujudkan apa yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugasnya sendiri agar mereka bisa belajar bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

2. Jangan Terlalu Banyak Melarang
Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya menjadikan mereka ingin mencoba hal-hal baru yang akan ia lakukan secara leluasa. Ketakutan dari orangtua yaitu kemungkinan terjadi hal-hal terburuk pada anak. Sehingga banyak orangtua yang melarang atau memberi batasan terhadap suatu hal yang dapat membahayakan anak.
Larangan hanya akan membuat rasa penasaran bagi mereka untuk melakukannya dan bisa saja anak akan berbohong karena larangan dari orangtuanya. Komunikasi dua arah merupakan solusi terbaik untuk mengingatkan anak. Beri tahukan pula tentang risiko yang mungkin terjadi pada anak bila melakukan hal tersebut.

3. Ajar anak untuk jujur
Jangan sekali-kali Anda memberi contoh pada anak untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang apapun, baik menyangkut perasaannya, atau kendala yang tengah dihadapinya. Jangan membiarkan anak Anda menutup dirinya terhadap Anda.

4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik
Seringkali Anda merasa marah atau kesal melihat tingkah anak Anda yang buruk. Salah satu cara yang bisa membuat anak jera yiatu dengan hukuman fisik. Bila anak Anda melakukan suatu kesalahan, Anda sebaiknya memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dipahaminya tanpa harus memberi hukuman fisik.
Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak terluka, selain fisik atau tubuh mereka yang terluka. Hal tersebut akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosional anak. Hukuman fisik juga bisa memicu anak semakin tidak menghormati Anda dan akan memberontak.

5. Kasih dan perhatian
Seorang anak akan merasa nyaman bila Anda menunjukkan kasih sayang dan perhatian padanya. Kepedulian orangtua dalam hal apapun akan sangat berarti baginya.
 Perhatian disini bukan berarti bagaimana Anda bisa memberikan benda atau materi kepada anak, tetapi juga dalam tindakan. Misal, menemani ketika mereka sedang mengerjakan tugas di rumah. Dengan demikian anak akan lebih bersemangat dalam belajar.

Menjadi orang tua merupakan tugas dan tanggung jawab yang mulia. Didiklah anak Anda dengan baik, sehingga anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan juga keluarga.

Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak

Dalam masa pertumbuhan, anak-anak sangat rentan mengalami tindak kekerasan yang bisa menghancurkan rasa percaya diri anak, sehingga hal ini harus segera ditangani agar tidak menjadi masalah baginya kelak ketika ia tumbuh dewasa nanti. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua diminta agar lebih peduli pendidikan dan pertumbuhan anak Anda, tidak hanya sebatas pertumbuhan fisik melainkan juga mental dan kepribadiannya.

Namun, apabila seorang anak telah terlanjur hancur rasa percaya dirinya yang disebabkan oleh beberapa faktor, maka dari itu, kami akan berbagi Tips Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak yang setidaknya bisa membantu si kecil untuk menemukan kembali rasa percaya yang ada di dalam dirinya.

Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak
1. Cari tahu penyebabnya
Langkah pertama untuk memulihkan rasa percaya diri anak ialah cari tahu apakah yang menjadi penyebab si kecil sehingga ia tidak lagi percaya diri. Setelah itu, carilah solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jalinlah sikap saling percaya terlebih dahulu antara Anda dan anak, kemudian minta ia untuk terbuka dan menyampaikan masalah apa yang tengah menjadikannya khawatir dan tidak percaya diri.

2. Komunikasi
Komunikasi yang jarang dilakukan oleh orangtua kepada anak bisa saja membuat seorang anak kehilangan rasa percaya dirinya. Sebenarnya ia butuh perhatian dari orangtuanya. Seharusnya Anda sebagai orangtua harus bisa menjadi tempat yang paling nyaman dan juga aman bagi seorang anak untuk menyampaikan segala keluh kesahnya. Oleh karena itu, segera perbaiki komunikasi Anda dengan buah hati Anda agar ia tahu bahwa Andalah yang paling sayang dan peduli terhadap masa depannya.

3. Jangan membandingkan kemampuannya dengan orang lain
Setiap anak mewarisi bakat serta kecerdasannya yang berbeda satu sama lain, sehingga sangat tidak bijaksana jika Anda membandingkan kemampuan anak Anda dengan kemampuan anak lainnya, Hal ini sangat tidak bisa untuk dipasakan. Karenanya, Anda harus memahami dengan baik kemampuan yang dimiliki oleh anak Anda kemudian bantu ia untuk mengembangkannya agar semakin baik potensi yang ia miliki sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak

4. Berikan pujian padanya
Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak lainnya ialah dengan memberikan pujian, kebanyakan orang sangat suka jika ia dipuji. Hal ini merupakan suatu bentuk penghargaan bahwa apa yang telah ia lakukan sangat bermanfaat. Oleh karena itu, berikan pujian dengan tulus atas apa yang telah dicapainya oleh anak Anda. Anda bisa memberikan penghargaan dalam wujud hadiah agar pujian dari Anda semakin berkesan bagi anak Anda sehingga rasa optimisme dalam dirinya akan semakin meningkat.

5. Jangan Pernah Mengertak Anak
Jangan pernah mengertak si kecil ketika anak melakukan kesalahan, sebagai orangtua Anda sebisa mungkin harus menghindari ucapkan atau kata-kata yang bisa menyakiti hati si kecil atau bahkan pemukulan secara fisik. Dengan tindakan seperti itu, akan membuat rasa percaya dirinya semakin menurun.

6. Latih anak membuat keputusan
Libatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan dalam keluarga. Mintalah pada si kecil untuk memberikan pendapatnya. Dengan demikian hal ini akan mengajarkan si kecil bahwa keputusan dalam suatu kelompok orang (dalam hal ini keluarga) harus mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak yang terlibat.

7. Beri dia tanggung jawab
Berikan kepada si kecil tanggung jawab seperti menjaga adiknya, membersihkan tempat tidurnya, dan kegiatan lainnya. Kemudian berikan pujian agar ia merasa bahwa apa yang telah ia kerjakan bermanfaat dan tidak sia-sia.

8. Dukung cita-citanya
Mendukung cita-cita anak merupakan salah satu cara memulihkan kembali rasa percaya diri anak yang perlu anda perhatikan. Jangan pernah memaksa anak untuk menjadi seperti yang orangtua inginkan, akan tetapi dukung dan arahkan si kecil untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya.

9. Ajak anak bersosialisasi dengan orang lain
Jangan biarkan anak ditinggal sendiri di rumah. Ajaklah ia agar mau bersosialisasi dengan orang lain. Perkenalkan pada teman-temannya atau ajak ia membahas topik-topik ringan yang sering terjadi dalam kesehariannya.

10. Meyakinkannya
Ketika suatu kegagalan ia alami, yakinkan padanya bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Katakan pula bahwa kegagalan merupakan awal dari sebuah keberhasilan selagi orang tersebut mau berusaha dan pantang menyerah maka kesuksesan akan menghadangnya.

Itulah beberapa Tips atau Cara Memulihkan Kembali Rasa Percaya Diri Anak  yang bisa Anda terapkan. Semoga dengan adanya artikel diatas bisa membantu dan mohon untuk bisa di share ke temen-temen.

Tips Melakukan Parenting Control pada Anak

Melakukan Parenting Control memang sangat penting. Kita sebagai orangtua harus senantiasa mengawasi perkembangan anak terlebih sekarang perkembangan teknologi yang kian modern dan banyak berbagai ancaman yang bisa menyerang anak Anda. Apabila Anda ingin menerapkan hal tersebut pada anak Anda, sebaiknya Anda perlu memperhatikan Tips Melakukan Parenting Control pada Anak berikut.

  1. Jelaskan pada buah hati Anda tentang perlunya keamanan di dunia online. Berikan batasan dan aturan yang tegas tentang jam untuk bermain game online, aplikasi apa saja yang boleh di unduh, situs web apa saja yang boleh dikunjungi. Jelaskan pula konsekuensi internet yang digunakan tidak pada tempatnya. 
  2. Alih-alih serba melarang, pastikan anak nyaman ketika berdiskusi tentang pengalaman mereka berinternet dan hal-hal yang ia temui di online. Sehingga, bia ia mengalami kesulitan, mereka akan bertanya pada Anda sebagai orangtua dan bukan dengan pihak luar.  
  3. Jangan sungkan-sungkan untuk mencoba bermain game bersama anak Anda. Hal ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun family techno system dan mengajarkan online safety kepada anak.
  4. Biasakan untuk menggunakan password. Ajari anak untuk melengkapi gadget mereka dengan password dan tekankan padanya untuk tidak sembarangan memberikan password pada orang lain.
  5. Dalam bermain media sosial, ajarkan hal apa yang dapat disebarkan dan mana yang tidak begitu perlu untuk disebarkan. Ajarkan cara mereka untuk berkomunikasi dengan baik. 
  6. Jangan sembarangan menunggah dan berbagi foto maupun video. 
  7. Manfaatkan setting privacy. Ajarkan anak untuk mengatur privasi mereka di akun media sosial. Sebaiknya, ingatkan pada anak untuk tidak berteman dengan orang yang tidak ia kenal di dunia nyata. Ajari pula si kecil cara memblokir follower atau report user yang mem-posting konten yang tidak layak atau berbau hal negatif. 
  8. Gunakan software antivirus dan rajin-rajinlah untuk meng-upgrade.

Itulah beberapa Tips Melakukan Parenting Control pada Anak yang bisa Anda ajarkan. Bersikaplah secara bijak pada anak Anda. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat.

Tips Agar Anak tidak Gampang Sakit

Anak adalah titipan dari Tuhan, dan kita sebagai orangtua harus menjaga dan merawat agar kelak ia menjadi orang yang baik. Melihat dari aspek kesehatan, pada saat musim pancaroba  seringkali anak akan mudah tejangkit penyakit. Nah, hal ini akan membuat Anda merasa kasihan padanya. Untuk itu, kami akan berbagi mengenai Tips agar Anak tidak Gampang Sakit dan terjaga kesehatannnya. 

Tips agar Anak tidak Gampang Sakit
Berikut ini beberapa cara agar anak tidak gampang sakit, yang perlu Anda perhatikan sebagai orang tua :

1. Perhatikan Pola Makan Anak
Agar anak tidak gampang sakit, Anda wajib memperhatikan pola makan si kecil dan kebutuhan akan gizinya. Berikan pola makan yang teratur dan terjadwal dan juga untuk menyajikan makanan 4 sehat 5 sempurna sehingga si kecil mendapat asupan gizi dan imunitasnya pun semakin kuat.

2. Menjaga Kebersihan Anak
Kotoran dan kuman adalah sarang dari penyakit. Untuk itu, Anda harus menjaga kebersihan sekitar lingkungan anak. Selain menjaga kebersihan makanan anak, Anda juga harus menjaga kebersihan gigi, kuku, dan pakaian anak. Dari situlah sumber kuman yang bisa menyerang sistem kekebalan tubuh anak.

3. Berikan Anak Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup bisa membantu tumbuh kembang anak dengan baik. Berikan waktu istirahat yang cukup bagi anak Anda. Paling tidak jawalkan istirahat selama 8 jam sehari agar anak tetap sehat dan tidak mudah sakit.

Tips Agar Anak tidak Gampang Sakit

4. Cepat Bertindak
Yang dimaksud cepat bertindak yaitu Anda harus segera melakukan sesuatu apabila si kecil mengalami masalah baik dengan teman-temannya baik dirumah maupun di sekolah, Apabila Anda selalu tanggap dengan keluhannya maka beban anak akan berkurang, sehingga mengurangi anak untuk berpikir terlalu keras yang bisa membuatnya sakit. Tanyakan pada si kecil masalah apa yang sedang ia alami dan berikan pula solusi dan dorongan agar beban pikiran anak dapat berkurang.
Bila anak mengalami berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, flu, batuk ataupun penyakit lainnya, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, ajarkan pada anak untuk senantiasa menjaga kebersihan secara mandiri 
Cukup sekian artikel Tips agar Anak tidak Gampang Sakit yang mudah-mudahan membawa manfaat bagi pembaca.

Teknik Belajar untuk Meningkatkan Cara Belajar Efektif Anak

Teknik Belajar untuk Meningkatkan Cara Belajar Efektif Anak ~ Hampir semua sekolah di tanah air menetapkan target pendidikan berdasarkan kurikulum tanpa mengajarkan bagaimana cara belajar yang efektif. Proses belajar akhirnya menjadi kegiatan yang menekan bagi anak. Mengubahnya tidak saja membutuhkan biaya besar tapi juga waktu yang lama. Lalu bagaimana agar anak bisa belajar secara efektif, gembira, dan bebas stres? Peluang inilah yang ditangkap beberapa lembaga pendidikan dengan mengadakan semacam kursus mengenai cara belajar efektif. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan disampaikan mengenai Tempat-Tempat Belajar untuk Meningkatkan Cara Belajar Efektif yang akan diulas lebih dalam.

Universal Megabrain Center (UMC)
Teknik Megabrain (MT) adalah suatu teknik belajar yang menggabungkan aktivitas intelektual otak kiri dan kanan pada proses belajar sehingga didapatkan sinergi kerja otak yang meningkatkan kemampuan belajar.

"Banyak anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, terutama menghafal. Padahal menjadi orang pintar tidak sulit, tapi kebanyakan orang tidak tahu cara menjadi pintar,"tutur Iwan Sugiarto, Dipl. Ing., pimpinan UMC. Risetyang dilakukan terhadap orang-orang terkenal dan jenius menunjukkan bahwa selain faktor genetik ternyata banyak hal-hal lain yang berperan, antara lain kemampuan berpikir otak kiri dan kanan.

Tujuan teknik ini adalah mengubah pola belajar anak menjadi lebih efektif dan optimal. Caranya antara lain dengan mengaktifkan otak kanan. Karena, "Proses belajar konvensional cenderung menggunakan otak kiri saja dan rata-rata orang belajar hanya menggunakan 4% potensi otak kanan,"begitu menurut Iwan Sugiarto. Melalui pemberian wawasan baru mengenai kemampuan otaknya, demonstrasi, contoh melalui cerita biografi orang ternama seperti Leonardo da Vinci, Albert Einstein, Tomas Alva Edison, dan Stephen Hawking, juga berbagai teknik lainnya diharapkan otak kanan anak lebih dimanfaatkan. Cerita orang ternama tersebut juga ditujukan agar anak tersugesti.
Teknik yang dipelajari pada MT antara lain teknik memori atau menghafal (untuk seluruh tingkat kursus), teknik peta pikiran (untuk tingkat II-IV), teknik membaca cepat dan mengaplikasikan ke pelajaran sekolah (tingkat III dan IV), dan latihan kreativitas (tingkat IV).
Teknik Belajar untuk Meningkatkan Cara Belajar Efektif Anak

Dalam kursus yang dipandu para lulusan minimal S1 ini, cara atau gaya anak mempelajari sesuatu juga sangat diperhatikan. Hal ini karena gaya belajar merupakan hal yang individual dan tidak dapat dipaksakan. Tapi mengenai keberhasilannya tergantung pada kemauan anak mempraktekkan teknik ini ke pelajaran sekolahnya. Karena itu, agar kursus mencapai tujuan, peserta kursus sebaiknya berusia 8 tahun keatas, dengan dasar bahwa siswa sudah dapat membaca dan menulis lancar serta memiliki kosa kata yang cukup.

Superlearning
Superlearning (SL) merupakan bimbingan metode belajar dari Learning Forum USA. Seperti halnya teknik lainya, teknik SL jiwa bertujuan untuk mengoptimalkan otak kiri dan kanan dengan membentuk pola belajar anak secara cepat dan tepat dengan aplikasi langsung pada seluruh mata pelajaran hafalan. "Anak dirangsang untuk berimajinasi, menggambar, tapi juga bernalar. Dengan metode ini anak bisa menghafal santai belajar tidak menjadi beban, dengan kata lain bisa main sambil belajar, bahkan tidur sambil belajar," tutur Atik Sri Widayati, trainer dari SL.
Dalam pengembangan metode belajar, SL sangat memperhatikan neuroscience. Dan berdasarkan catatan observasi, metode ini menjadikan anak lebih mandiri, kreatif, dan proaktif.

Superbrain
Metode Superbrain berangkat dari kenyataan bahwa sekolah tidak pernah mengajarkan bagaimana cara menghafal dengan mudah sekaligus memahaminya. Juga bagaimana anak yang sukses sekolah tapi belum tentu sukses dalam kesehariannya. "Pada prinsipnya kami memberikan 70% keterampilan akademik dan 30% pengembangan karakter, EQ dan SQ" papar Mirawati Halim, seorang pimpinan Superbrain Gading Griya Lestari.

Teknik yang diajarkan antara lain teknik-teknik memori untuk mengingat angka, wajah, kartu dan sebagainya. Materi disajikan dalam cara fun, dengan buku benvarna-warni sehingga menarik. Selain itu, sebelum mulai pelajaran, anak dilatih Brain Tune Up (seperti Brain Gym atau olah raga otak).

Metode ini juga membangkitkan motivasi dan penilaian diri guna menumbuhkan semangat kompetisi dan rasa percaya diri pada anak dengan cara membuat afirmasi positif sebelum mulai pelajaran clan sebelum tidur. Menurut Mirawati, hal itu secara tidak langsung akan memberi energi positif pada anak.
Itu tadi beberapa Teknik Belajar untuk Meningkatkan Cara Belajar Efektif yang bisa Anda terapkan pada anak-anak usia dini. Sebelumnya juga pernah penulis singgung mengenai Cara belajar anak yang efektif yang mungkin bisa membantu Anda para pembaca budiman.

Cara Cerdas Mengontrol Pendidikan Anak

Setiap anggota keluarga memiliki tugasnya masing-masing, ayah bertugas untuk bekerja memenuhi kebutuhan keluarga, ibu bertugas mengatur keadaan rumah terutama anak, dan anak sendiri memiliki tugas yakni mengikuti setiap nasihat orang tua. Lalu bagaimana jika kedua orang tua ayah dan ibu sama-sama bekerja? Pada dasarnya setiap orang tua memiliki visi yang sama yaitu ingin agar sang anak tumbuh dengan sehat dan menjadi orang sukses pada akhirnya. Maka dari itu para orang tua akan melakukan berbagai hal agar sang anak dapat terjamin pendidikannya, sementara orang tuanya bekerja. Namun bagaimana orang tua mengontrol pendidikan anak? Yang pada hakikatnya orang tua tidak melihat langsung cara pendidikan yang diperoleh anaknya. 

Ketika orang tua ayah dan ibu sama-sama bekerja, mungkin orang tua akan kesulitan untuk mengontrol langsung pendidikan anaknya, disamping orang tua harus memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah orang tua pun harus memikirkan pula perkembangan anak. Solusi yang mungkin adalah membuka usaha sendiri di rumah, dengan begitu anak jauh lebih terkontrol. 

Cara Mengontrol Pendidikan Anak
Berikut beberapa cara cerdas yang mungkin dapat diterapkan dalam mengontrol pendidikan anak.

1. Periksa berkala buku catatan belajar anak, periksalah buku catatan belajar anak secara berkala, perhatikan setiap catatan anak pastikan anak mengerjakan tugas sekolahnya. Dan berikan reminder pada anak di waktu-waktu luangnya agar ia segera mengikuti perintah orang tuanya. 

2. Bertanya kepada anak mengenai kegiatannya di sekolah, untuk orang tua yang rutinitas pekerjaannya diawali sejak pagi hingga sore hari, maka buatlah rutinitas yang simple mengenai kegiatan anak disekolah, salah satu contoh dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kegiatannya di sekolah. Ketika anak merespon dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan maka sejauh itu pula kita mengetahui perkembangan pendidikan anak. Hal ini secara tidak langsung memberikan review kepada anak.
Cara Mengontrol Pendidikan Anak

3. Membuat obrolan bersama wali kelas, bertanya kepada wali kelas mengenai perkembangan belajar anak mungkin cukup efektif untuk mengontrol pendidikan anak. Apapun yang disampaikan oleh wali kelas sudah pasti memuat pendpat guru-guru mata pelajaran lain yang ikut mendidik anak kita, oleh karenanya baik buruk nya informasi yang didapat, jadikanlah sebagai gambaran untuk tindakkan berikutnya pada anak. 

4. Perhatikan fasilitas yang diberikan kepada anak, fasilitas yang diberikan orang tua kepada anak memiliki sisi baik dan sisi buruk. Oleh karenanya orang tua yang memberikan fasilitas lebih kepada anak, baiknya memberikan control yang lebih pula pada anak, atau lebih baik ditunda terlebih dulu hingga usia tertentu. 

5. Pastikan setiap penyampaian adalah bentuk control kepada anak, anak yang dalam pengawasan orang tua dalam hal pendidikan, akan selalu mendapat mengarahan dari orang tuanya agar anak mampu belajar dengan baik dan benar, sampai pada anak benar-benar terbiasa belajar dengan baik dan benar tanpa harus diawasi oleh orang tua. Selama belajar bersama anak usahakan setiap penyampaiannya adalah salah satu bentuk control kita kepada anak, yakni penyampaiaannya dapat dilakukan dengan cara yang efisien sehingga anak tidak mudah bosan dan menggunakan bahasa yang baik, dengan begitu orang tua ikut mengontrol respon belajar anak, bagaimana ia menanggapi apa-apa yang disampaikan. Sebaliknya jika orang tua melakukan penyampaian dengan cara dan bahasa yang tidak baik maka, psikologis anak akan terganggu karena anak akan lebih banyak menangis.

Demikian tadi kelima tips atau cara mengontrol pendidikan anak yang perlu anda lakukan sebagai orang tua, untuk memastikan anak berkembang sesuai dengan jalur yang semestinya.

Cara Belajar Efektif untuk Anak

Bermain sambil belajar adalah slogan klasik dalam pendidikan anak usia pra sekolah. Minat anak tumbuh melalui penjelajahan ketika ia mendengar, mencium, meraba, dan mengecap. Anak-anak bisa belajar dengan baik karena mereka belum mengembangkan anggapan bahwa bermain dan belajar adalah kegiatan yang berdiri sendiri. Bermain adalah kegiatan penting dari pengalaman belajar, dan ketika kita menikmati belajar maka kita akan belajar dengan lebih baik. Tapi, mengapa semua itu berubah ketika anak mulai sekolah?

Seiring dengan waktu, belajar menjadi suatu proses pemaksaan dan pembebanan. Kondisi ini tentu saja tidak sesuai dengan sifat alamiah proses belajar. Tak heran jika keasyikan menguasai keterampilan baru berangsur-angsur menghilang.

Tapi, dengan berkembanganya metode belajar banyak ditemukan berbagai pendekatan belajar misalnya Accelerated Learning (AL). Pendekatan ini sudah berkembang selama 20 tahun, sejak penelitian Georgi Lozanov, psikiater dari Bulgaria dipublikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik barok yang ritmis dan lembut berpengaruh besar pada kemampuan menyerap dan mengingat informasi. Kembali ke teori otak, hal ini menunjukkan bahwa musik tersebut mengaktifkan seluruh bagian dari otak sehingga menghasilkan sinergi yang luar biasa. 

Pendekatan AL tidak menekan karena didasarkan pada cara belajar yang alamiah, gembira, luwes, dan manusiawi. AL tidak memiliki metode tertentu yang mutlak melainkan pada hasil belajar efektif. artikel kali ini kam membahas cara belajar efektif menurut pendeketan AL Lingkungan belajar rileks
Lingkungan belajar yang rileks adalah lingkungan fisik, emosi, dan sosial yang tenang sekaligus menggugah semangat untuk mengekspresikan diri tanpa ada perasaan takut salah. Artinya, ada kegembiraan dan keutuhan dalam mengoptimalkan proses belajar manusia. Karena itulah kunci untuk membuka mangkuk pikiran sehingga proses belajar bisa naik ke area neokorteks (otak belajar)
Cara Belajar Efektif untuk Anak

Cara Belajar Efektif untuk Anak
1. Melibatkan secara sadar seluruh tubuh dan fungsi otak
Tubuh dan otak saling terkait dan tak terpisahkan. Berpikir, belajar dan mengingat tidak terbatas hanya di kepala, tapi tersebar ke seluruh tubuh. Gerakan tubuh seperti brain gym yang dapat mempengaruhi fungsi otak. Karena tubuh yang  bergerak merangsang keluarnya zat-zat kimia yang penting bagi konstruksi jaringan saraf di otak, dan ini dapat membantu proses pembelajaran.

2. Pelajar terlibat sepenuhnya
Belajar akan lebih efektif jika pelajar terlibat dan bertanggung jawab penuh atas usahanya sendiri. Belajar adalah suatu proses yang terjadi secara aktif bukan diserap secara pasif. Untuk itu, pelajar harus memiliki visi dan kepercayaan kuat bahwa visi tersebut akan tercapai. Kedua hal tersebut akan mengarahkan pelajar menentukan aksi mencapai keberhasilan.

3. Bahan pelajaran yang sesuai konteks
Bahan pelajaran hendaknya sesuai dengan konteks karena Anda tentunya ingin mendapatkan manfaat dari apa yang telah Anda pelajari. Karena itu, sebelum belajar, Anda perlu merenungkan manfaat bahan pelajaran tersebut bagi Anda.

4. Kerja sama dengan pelajar lainnya
Semua cara belajar cenderung bersifat sosial. Jika cara belajar tradisional menekan pada persaingan, maka AL menekan pada kerjasama. Dengan demikian emosi positif lebih terjamin.

Itu tadi beberapa tips Cara Belajar Efektif untuk Anak, mudah-mudahan sedikit membantu Anda dan terimakasih.

Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi

Gumoh dan muntah seringkali terjadi menimpa pada bayi. Anda sebagai orang tua perlu tau cara mengatasi gumoh pada bayi atau setidaknya bisa meminimalisir gumoh. Berbeda dengan muntah, gumoh terjadi seperti air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit atau cukup banyak. Gumoh bersifat pasif dan spontan. Baik gumoh maupun muntah, hal ini dianggap biasa (normal) dialami bayi. Akan tetetapi, gumoh perlu untuk ditangani. Kali ini kami akan berbagi tips mengenai Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi yang sering terjadi.

Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi
  1. Hindari memberikan ASI atau susu ketika bayi berbaring. Jaga agar si kecil tetap dalam posisi sedikit ditegakkan dengan kepala lebih tinggi dari kaki  selama 30 menit setelah menyusu.
  2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi. Hal ini akan meningkatkan tekanan pada perut si kecil.
  3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebih setelah bayi menyusu.
  4. Kontrol jumlah ASI atau susu yang diberikan.
  5. Sendawakan bayi segera setelah menyusu. Caranya yaitu dengan menggendongnya dalam posisi tegak. Terkadang bayi masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.
  6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan susu. Apabila lubang pada dot terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Apabila terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang dapat memungkinkan bayi Anda mengalami gumoh.
  7. Hindari memberikan ASI atau susu pada saat bayi merasa sangat lapar. Hal ini dikarenakan bayi akan tergesa-gesa untuk meminum sehingga udara akan masuk.
  8. Jangan mengangkat bayi ketika gumoh. Mengangkat bayi ketika gumoh akan berbahaya, karena gumoh dapat turun lagi, masuk ke paru dan bisa mengganggu paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan si kecil. Biarkan ia muntah hingga tuntas.
  9. Biarkan saja bila si kecil mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Muntah pada bayi bukan hanya keluar dari mulut, melainkan juga bisa keluar dari hidung. Hal ini terjadi karena antara mulut, hidung, dan tenggorokan memiliki saluran yang berhubungan. 
  10. Hindari bayi tersedak. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, setiap kali bayi muntah Anda harus memiringkan badannya. Akan lebih baik bila sebelum ia muntah (pada saat ia menunjukkan gejala mau muntah) maka Anda segera memiringkan atau menengkurapkan tubuh bayi  Anda sambil ditepuk-tepuk punggungnya.
cara mengatasi gumoh pada bayi

Itulah ulasan singkat mengenai Tips Meminimalisir Gumoh pada Bayi yang dapat kami sampaikan. Pelajari juga Tips mengatasi jerawat pada bayi. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Stroller untuk Bayi

Tips Memilih Stroller untuk Bayi ~ Anda mungkin kerepotan bila mengajak si kecil untuk pergi ke suatu tempat. Salah satu solusinya yaitu dengan menggunakan kereta dorong bayi atau stroller. Berbagai model dan harga stroller di tawarkan cukup beragam. Namun, yang perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli stroller. Nah, berikut ini akan disampaikan  Tips Memilih Stroller untuk Bayi yang dapat Anda jadikan sebagai rujukan dalam membeli stroller.

Tips Memilih Stroller untuk Bayi

1. Keamanan. Hal utama yang perlu Anda perhatikan yaitu keamanan dari stroller tersebut. Beberapa hal yang berkaitan dengan kemanan diantaranya:

  • Periksa kestabilan dari stroller bayi yang akan Anda beli. Jangan sampai stroller yang Anda pilih mudah sekali terguling, terlebih bila ditambahkan barang-barang perlengkapan bayi.
  • Periksa kualitas sabuk pengaman. Bayi akan tetap aman meski ia bergerak-gerak ketika ia diletakkan pada stroller bayi. Lakukan tes kecil dengan menarik-narik sabuk pengamannya pada saat terkunci.
  • Periksa seluruh bagian dengan teliti. Periksa pula apakah stroller mempunyai bagian yang runcing yang dapat membahayakan si kecil atau orang-orang di sekitar stroller.
  • Periksa rem stroller bayi. Pastikan rem berfungsi dengan baik. Selain itu, perhatikan apakah stroller memiliki kunci roda saat kereta berhenti.

2. Pilihlah stroller dengan tinggi dorongan sesuai porsi tubuh Anda, sehingga Anda nyaman ketika mendorongnya. Atau pilihlah stroller yang memiliki tongkat pegangan yang dapat di diatur ketinggiannya.

3. Perhatikan roda stroller. Bila stroller direncanakan penggunaannya untuk bepergian jarak jauh dengan jalanan yang kurang rata, maka pilihlah stroller dengan roda agak besar untuk lebih memberikan kenyamanan kepada bayi. Akan tetapi jika digunakan hanya untuk dirumah dan keliling sekitar kompleks, maka gunakan roda lebih kecil.
Tips Memilih Stroller untuk Bayi

4. Perhatikan keranjang perlengkapan. Mampukah keranjang memuat beberapa item perlengkapan bayi atau tidak.

5. Pilihlah stroller yang mudah di lipat, sehingga praktis untuk di bawa ke mana-mana

6. Pilihlah stroller yang sesuai dengan usia bayi anda, hal ini juga menentukan ukuran dan bentuk stroller. Apabila bayi Anda berusia 7 bulan yang sudah mampu duduk, maka Anda bisa memilh stroller yang bisa menegakkan posisi bayi Anda untuk duduk.

7. Periksa tudung stroller, apakah bisa memberikan rasa teduh pada bayi atau tidak.

8. Pilihlah stroller yang menurut Anda ringan dan mudah untuk dikendalikan.

Baca juga : Cara mengajak bermain pada bayi yang baru lahir
Itulah beberapa Tips Memilih Stroller untuk Bayi yang dapat kami sampaikan. Semoga Anda benar-benar mempertimbaangkan berbagai hal yang telah disebutkan diatas sebelum memutuskan untuk membeli stroller untuk buah hati Anda.

Tips Cara Mengatasi Anak yang Minder

Kenapa anak minder ? Coba sempatkan bertanya kepada anak kenapa ia minder, pastikan anak selalu terbuka kepada orang tuanya sehingga kita lebih mudah mengatasi dan memberikan solusi kepada anak mengenai hal yang membuat anak minder. Apabila orang tua mengetahui penyebab anak minder, maka rutinlah untuk membuat pembicaraan yang memotivasi anak. Minder berbeda dengan malu atau sifat anak yang pemalu, minder adalah sifat anak yang perlu perhatian khusus karena banyak kekhawatiran karenanya. Jika kita perhatikan “malu” biasanya malu terjadi disebabkan oleh keadaan tertentu yang tidak sesuai dengan perasaan hati, sedangkan “pemalu” adalah sifat bawaan anak sejak lahir, namun pemalu ini adalah sifat yang wajar bagi anak dan tidak mempengaruhi sosialisasi anak. Berbeda sekali dengan minder, minder terjadi karena beberapa kondisi yang tidak pernah diharapkan seseorang dan bertolak belakang dengan keadaan semestinya. 

Anak yang minder memiliki tingkat sensitive yang tinggi dari anak-anak biasasanya, oleh karena itu sangat dilarang tindakan membully apapun tujuannya, bercanda dan sebagainya. Anak yang minder membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya Karena pada dasarnya setiap anak memiliki rasa ingin diakui, diterima oleh orang lain. Maka ketika anak yang minder mendapatkan bullyan dari teman-temannya segeralah kita orang dewasa menghentikannya berikan perhatian pada batasan mana kita boleh bercanda. 

Tips Cara Mengatasi Anak yang Minder
Berikut beberapa tips atau cara mengatasi anak yang minder yang perlu Anda coba :
1. Berikan motivasi, motivasi adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi anak yang minder. Berikan motivasi tentang hidup, bahwa Tuhan meniptakan segala sesuatu berpasangan begitupun kekurangan, dibalik kekurangan selalu ada kelebihan. Beri anak semangat yang membangun, dan selalu sempatkan untuk mengajak anak mengenal dunia luar, agar anak berfikir banyak hal yang terlewatkan dengan minder.

2. Jadilah teman terbaik untuk anak, ketika anak memilih untuk diam dan tidak bermain dengan teman-temannya maka sebagai orang tua kita bisa memposisikan diri sebagai teman terbaik untuk anak. Buatlah anak terbuka kepada kita, dengan memulai obrolan yang menarik bersama anak, ajak anak untuk mengeksplor dirinya dengan wisata yang mengedukasi anak, seperti out bound.
Tips Cara Mengatasi Anak yang Minder

3. Berikan anak les, memberikan les kepada anak dengan tujuan memaksimalkan belajar anak, cara ini pun membantu mengatasi minder pada anak. kondisi tempat les yang lebih fleksible dengan siswa-siswi yang mudah diatur membuat anak minder jauh lebih mudah mengembangkan dirinya.

4. Berikan apresiasi, Ketika kita mengapresiasi anak yang minder secara tidak langsung anak akan merasa diakui dan diterima. Sehingga memicu anak untuk mulai memberanikan diri, ketika anak sudah mulai berani orang tua mengontrol memberikan arahan dan perhatian, sampai anak mulai menemukan cara sendiri untuk menstabilkan dirinya.

5. Sabar dalam memberi pengarahan, dalam mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra terlebih apabila kita memiliki kasus cukup serius terhadap anak. Anak adalah titipan apapun dan bagaimanapun keadaannya harus dijaga dengan baik. Kesabaran dalam mendidik anak secara rutin membantu anak berfikir terbuka dan berkeinginan pula memberikan yang terbaik untuk orang tuanya sehingga anak belajar mengesampingkan penghalang yang menghadangnya, termasuk minder.

Dengan cara diatas, mudah-mudahan bisa mengatasi anak yang minder. dan tantangan Anda sebagai orang tua harus bisa mengatasi anak yang minder ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Mendidik Anak Agar Sabar

Cara Mendidik Anak Agar Sabar ~ Sabar adalah menahan diri. Baik itu menahan diri dari keinginan, atau menahan diri dari ujian dan cobaan. Pengertian diatas mungkin dapat dipahami oleh sebagian anak yang sudah berusia 9 tahunan ke atas. Nah, kemudian bagaimana cara mendidik anak di usia dini yang cenderung rewel dan tidak sabaran. Kita sebagai orang tua pun harus sabar dalam mendidik anak, jangan mudah memarahi anak karena disitulah masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak lebih mudah mengikuti apa yang pertamakali dilihat dan didengarnya maka tunjukanlah hal-hal yang baik dan ucapakanlah perkataan yang baik pada anak.
Cara Mendidik Anak Agar Sabar
Berikut beberapa tips cara mendidik anak agar sabar
1 - JADILAH GURU YANG BAIK
Orang tua adalah guru yang pertama sebelum anak memasuki bangku sekolah dan orang tualah yang akan mendidiknya pertama kali. Maka didiklah anak dengan baik penuh kasih sayang dan kesabaran, karena anak akan mengikuti apa yang diajarkan oleh gurunya. Maka pertamakali berilah anak pendidikan akhlak agar ia terbiasa dengan sifat-sifat yang baik terutama sabar.
2 – BERSABAR DALAM MENDIDIK ANAK
Sebelum kita mendidik anak agar sabar, maka kitalah yang terlebih dulu sabar. Apabila kita tidak sabar dalam mendidik anak atau bahkan cenderung sering memarahi anak khawatir anak akan mengikuti hal tersebut karena ia menganggap itu adalah hal yang biasa.
Cara Mendidik Anak Agar Sabar

3 – BERI PENGERTIAN PADA ANAK
Ketika anak rewel jangan segera memarahinya tapi biasakanlah untuk memberikan pengertian kepada anak dengan kata-kata yang baik. Jika ia menginginkan sesuatu namun itu tidak bermanfaat untuk anak, maka berilah pengertian bahwa sesuatu itu tidak baik dan akan lebih baik jika anak membeli sesuatu lain yang lebih bermanfaat, atau berikan pengertian bahwa kita tidak dapat memenuhinya saat itu. Namun jangan biasakan untuk menjanjikan sesuatu kepada anak, karena apabila kita tidak memenuhinya, maka itu mengajarkan anak kita untuk berbohong dikemudian hari.
4 – JANGAN MENGIKUTI APA YANG ANAK INGINKAN
Sebagian orang tua terpaksa mengikuti apa yang diinginkan anak dengan alasan agar ia berhenti menangis atau agar ia merasa nyaman dan tidak rewel. Hal ini akan mengajarkan anak menjadi manja dan akan senang hanya ketika keinginannya dipenuhi. Jika hanya sesekali saja mungkin itu tidak apa-apa dengan memberikan pengertian kita akan memberikan ia sesuatu jika ia sabar.
5 – ALIHKAN KEINGINANNYA DENGAN CARA YANG BAIK
Setiap anak jika dia berada ditempat keramaian kemudian dia melihat sesuatu yang unik dan ingin memilikinya ia akan sangat rewel agar orang tuanya memenuhi keinginannya, inilah sifat anak yang umum terjadi dan kebanyakan orang tua akan membiarkannya menangis atau memarahi anaknya, ini adalah cara yang buruk bagi anak. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan yaitu dengan mengajaknya ketempat lain menunjukan sesuatu yang menarik kepada anak, dan sesekali membuat obrolan yang menarik bersama anak.
Semoga bermanfaat !

Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi

Jika pada artikel sebelumnya penulis pernah menyinggung penyebab jerawat pada bayi, pada artikel kali ini penulis memberikan tips mengatasi jerawat pada bayi yang sering terjadi pada bayi yang masih berusia bulanan. Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh sebagian orang tidak terkecuali dengan bayi. Mengapa bayi bisa berjerawat?
Bayi yang baru lahir, kemunculan jerawat di bagian tubuhnya adalah kondisi alami dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih semala 4 bulan. Jerawat pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor hormonal dan juga obat-obatan yang dikonsumsi baik ibu atapun obat bayi itu sendiri.

Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi
Mungkin Anda sebagai orangtua akan khawatir bila jerawat itu muncul pada bayi Anda, Untuk itu, kami akan sedikit berbagi tips mengatasi jerawat pada bayi yang mungkin bisa membantu Anda.

1. Bersihkan Wajah Bayi Anda
Cara mengatasi jerawat pada bayi yang pertama yaitu Anda bisa membersihkan wajah bayi. Bersihkan wajah bayi dengan menggunakan air hangat sebanyak 2 hingga 3 kali sehari. Jerawat pada bayi sebenarnya akan hilang dengan sendirinya, yang perlu Anda lakukan yaitu menjaga kulit wajah bayi agar tetap bersih.

2. Menjaga Kebersihan
Jerawat pada bayi dapat diatasi dengan selalu menjaga kebersihan kulit wajah bayi Anda dari bakteri dan keringat agar tidak terjadi iritasi. Mulai dari pakaian, popok, dot hingga dan barang atau perlengkapan bayi lainnya harus terjaga kebersihannya.

3. Hindari Memencet Jerawat Bayi
Hindari memencet atau memecah jerawat pada bayi. Hal ini bertujuan agar mencegah bakteri dan kuman yang terdapat pada tangan Anda sehingga menempel pada kulit wajah bayi. Maka dari itu hindari memencet kulit bayi jika jerawat terdapat pada bayi.
Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi

4. Hindari penggunaan Lotion
Salah satu tips mengatasi jerawat pada bayi agar tidak semakin parah ialah dengan menghindari penggunaan lotion, karena sika jerawat sudah terdapat pada bayi, di usahakan untuk menghindari penggunaan lotion pada kulit wajah bayi. Penggunaan lotion berminyak hanya akan membuat jerawat pada bayi makin parah. Penggunaan obat jerawat lotion pada bayi harus dengan seizin dokter. Hal ini perlu diperhatikan agar jerawat pada bayi tidak menjadi semakin parah.

Itulah beberapa informasi tentang Tips Mengatasi Jerawat pada Bayi. Apabila jerawat pada bayi Anda semakin parah, sebaiknya konsultasikan pada dokter spesialis anak ataupun spesialis kulit, untuk mengetahui apakah bayi Anda terindikasi penyakit lain serta memberikan penanganan yang tepat untuk bayi Anda. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Berbagai Jenis Metode Menidurkan Bayi

Bayi mempunyai keunikan masing-masing dalam tumbuh kembangnya, begitupula dalam membiasakan waktu tidur dan metode yang dipakai untuk membuat buah hati Anda tertidur. Untuk itu, berikut kami akan menjelaskan beberapa metode yang bisa Anda sesuaikan dengan bayi Anda. Simak ulasannya dibawah ini.

Berikut Metode-metode Menidurkan Bayi

1. Metode ferberizing
Metode menidurkan bayi yang pertama yaitu  Metode ferberizing. Metode ini menidurkan bayi dengan membiarkan bayi menangis hingga tidur terlelap. Meski terkadang beberapa orangtua tidak menggunakan metode ini karena dianggap membuat bayi tidak nyaman dan malah menjadikan bayi menangis semakin keras. Padahal metode ini bisa Anda lakukan dengan alas an Anda mengetahui jadwal tidur bayi Anda, sehingga ketika bayi Anda menangis di saat waktunya untuk tidur, maka Anda bisa menggunakan metode ini dengan membiarkan si kecil menangis lebih panjang dari biasanya. Bagi Anda yang akan menggunakan Metode ferberizing ini Anda bisa memulainya dengan rutinitas di malam hari sehingga membantu menciptakan suasana tenang pada anak Anda dan menandakan waktu tidur. 
Kesulitan dalam menggunakan metode ferberizing yang dipopulerkan oleh Richard ferber ketika bayi menangis dan harus membiarkannya hingga 5 menit. Kemudian biarkan si kecil mendengarkan suara lembut Anda tanpa menggendongnya. Di malam berikutinya, Anda bisa memberi jeda 10 menit hingga bertahap 15 menit di malam-malam selanjutnya. Dalam metode ini Anda harus peka terhadap tangisan bayi Anda sehingga Anda bisa mengetahui penyebab bayi menangis apakah dikarenakan hal-hal yang harus diwaspadai seperti tersedak atau hal-hal lainnya.

2. Metode No Cry
Metode menidurkan bayi yang ke dua yatu Metode No Cry. Metode ini menitikberatkan kedekatan antara Anda dan bayi Anda sehingga Anda bisa menguranginya secara bertahap. Metode ini sangat cocok untuk Anda yang tidak menginginkan bayi Anda menangis di malam hari. Metode No cry ini yaitu menjaga waktu secara konsisten dan melakukan rileksasi yang menegangkan pada si kecil. Dalam melakukan metode ini yang Anda harus menjaga sepanjang malam bayi Anda sehingga Anda lebih dekat dengan buah hati Anda. Sentuhan lembut Anda yang mendekatkan bayi Anda dengan ASI akan membuatnya kembali mengantuk. Sebaiknya dalam menerapkan metode ini Anda harus memperhatikan keamanan selama Anda tidur dengan bayi Anda. Jika seranjang dengan bayi, Ada harus memperhatikan kenyamanan dan risiko bayi Anda tertindih.
Berbagai Jenis Metode Menidurkan Bayi


3. Metode Long Good Bye
Metode menidurkan bayi yang selanjutnya yaitu Metode Long Good Bye. Metode ini menekankan cara agar Anda memiliki batasan secara perlahan pada bayi Anda. Metode ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki kesibukan aktivitas harian Anda sehingga Anda memiliki waktu yang lebih panjang. Adapun cara yang bisa Anda lakukan dalam menerapkan metode ini  yaitu dengan cara membiasakan bayi Anda untuk dibaringkan di tempat tidurnya hingga mengantuk, ketika si kecil rewel, maka Anda bisa menepuk-nepuknya dengan lembut sehingga bayi Anda kembali tenang.
Bagi anda yang menerapkan metode ini sebaiknya Anda tidak buru buru merespon tangisan namun memberikan waktu sehingga pada saat tangisannya histeris barulah Anda menggendong bayi Anda. Anda bisa melakukan metode ini secara konsisten sehingga menjadi kebiasaan untuk bayi Anda, Namun hal yang harus Anda perhatikan yaitu jangan terburu-buru meninggalkan bayi Anda sendiri, Anda bisa membiasakannya secara perlahan dan sedikit demi sedikit hingga ia terbiasa.

4. Metode Self Soothing
Metode menidurkan bayi yang terakhir yaitu Metode Self Soothing. Metode ini dilakukan dengan cara membiarkan si bayi untuk tidur sendiri dengan membiasakan jadwal tidur dan menenangkannya dengan verbal. Metode ini cocok diterapkan untuk mengatur bayi secara personal agar tetap tenang. Anda bisa mengawalinya dengan ritual yang mendukung metode ini, misal dengan mandi menggunakan air hangat, lampu yang redup dan membaca buku cerita sehingga membuat buah hati Anda tenang. Selanjutnya hal yang tidak kalah penting dalam melakukan metode self soothing yaitu menenangkan dengan suara Anda sendiri sehingga membantunya saat terbangun di malam hari. Anda membutuhkan waktu minimal satu minggu hingga bayi Anda dapat terlelap. Perhatikan daftar lagu yang bisa membuat bayi Anda tenang dan putar dengan volume kecil untuk menjadi pengantar tidurnya.

Cukup sekian penjabaran mengenai Metode-metode Menidurkan Bayi yang bisa Anda terapkan. Apakah metode yang Anda pilih? Apapun metode yang Anda pilih semuanya juga tergantung dengan kebiasaan Anda dan juga bayi Anda. Semoga artikel di atas bisa bermanfaat bagi kita semua.

Manfaat ASI untuk Bayi dilihat dari Berbagai Aspek

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik untuk bayi. Begitu banyak manfaat ASI untuk bayi yang bisa dilihat dari berbagai aspek. Keunggulan dan manfaat menyusui menggunakan ASI eksklusif bisa dilihat dari beberapa aspek, diantaranya : aspek gizi, aspek kecerdasan, aspek imunologis, aspek psikologis, neurologis, aspek ekonomis serta aspek penundaan kehamilan.

1. Aspek Gizi
Manfaat Kolostrum
  • Kolostrum memiliki kandungan zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Meski sedikit akan tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Untuk itu, kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein, vitamin A tinggi serta kandungan karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi si kecil pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi pertama yang berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI
  • ASI mudah untuk dicerna, karena selain memiliki kandungan zat gizi yang sesuai, juga kandungan enzim-enzim mampu mencernakan zat-zat gizi yang ada dalam ASI tersebut.
  • ASI kaya akan zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi.
  • Selain kaya akan kandungan protein, ASI juga mempunyai perbandingan antara Whey dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whey dan Casein adalah salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung Whey :  Casein lebih banyak yaitu 65:35 sedangkan pada susu sapi perbandingan Whey :Casein yaitu 20 : 80. Perbandingan Whey dan Casein pada ASI menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap dibandingkan dengan susu sapi.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI
  • Taurin merupakan asam amino yang terkandung dalam ASI berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting dalam proses maturasi sel otak. 
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak secara optimal. Kandungan DHA dan AA  dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 dan Omega 6

2. Aspek Kecerdasan
  • Interaksi antara ibu dan bayi serta kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang mampu meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Sebuah enelitian menunjukkan IQ pada bayi yang diberikan ASI mempunyai IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI.
Pelajari juga cara mengajak bermain bayi yang baru lahir

3. Aspek Imunologis
  • ASI memiliki kandungan zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  • Kadar Immunoglobulin A (Ig.A) dalam ASI cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi bisa melumpuhkan bakteri E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin merupakan sejenis protein yang termasuk komponen zat kekebalan yang mengikat  zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim yaitu enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri E. coli dan salmonella dan virus. Jumlah lysosim di dalam ASI 300 kali lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama berjumlah lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari BALT, GALT dan MALT.
  • Faktor bifidus  menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus yang berfungsi menjaga keasaman flora usus bayi dan menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan pada tubuh bayi.
Manfaat ASI untuk bayi dilihat dari berbagai aspek lainnya ialah
4. Aspek Psikologis
  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui. Menyusui dipengaruhi oleh emosi sang ibu dan kasih sayang terhadap si kecil akan meningkatkan produksi hormon oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • Interaksi antara ibu dan bayi. Pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi tergantung pada kesatuan ibu dan bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu dan bayi. Kasih sayang antara ibu dan bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit. 
Kenali juga penyebab jerawat pada bayi
5. Aspek Neurologis
  • Dengan bayi menghisap ASI, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas pada bayi baru lahir akan lebih sempurna.
Manfaat ASI untuk Bayi

6. Aspek Ekonomis
  • Menyusui dengan ASI, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi hingga bayi berumur 4 bulan. Dengan kata lain, Anda akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula.
7. Aspek Penundaan Kehamilan
  • Dengan menyusui secara eksklusif bisa menunda haid dan kehamilan pada ibu, sehingga bisa dijadikan sebagai alat kontrasepsi alami yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).
Itulah manfaat ASI untuk bayi yang bisa dilihat dari berbagai aspek, untuk tumbuh kembang bayi dan juga manfaat bagi Ibu, semoga bermanfaat.

Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi

Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi - Mungkin Anda sebagai orangtua akan merasa cemas bila melihat munculnya jerawat pada wajah bayi Anda. Acne neonatorun atau jerawat bayi adalah kondisi munculnya jerawat pada kulit bayi. Kondisi ini biasanya dialami oleh 20% dari bayi yang baru lahir.
Jerawat muncul pada saat bayi Anda lahir dan biasanya muncul sekita 2 hingga 4 minggu pascakelahiran. Jerawat ini umumnya muncul di daerah wajah, sekitar leher, tubuh bagian belakang, dan bahkan juga muncul pada bagian lengan bayi. Lalu, apa yang menjadikan jerawat ini muncul pada seorang bayi? Berikut, kami akan mengulas bahasan mengenai Kenali Penyebab Jerawat pada Bayi. Namun, sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu menegnai gejala-gejala munculnya jerawat pada bayi.

Gejala Munculnya Jerawat
Gejala munculnya jerawat pada bayi ditandai dengan jerawat yang akan berubah menjadi ruam berbentuk jerawat kecil dan berwarna kemerahan. Kadang-kadang jerawat yang muncul berbentuk white head Acne. Ketika bayi merasa sangat kepanasan dan dalam kondisi marah jerawat ini akan muncul. Akan tetapi ada kalanya jerawat ini tidak nampak sama sekali. Jerawat pada wajah bayi akan hilang sendirinya dalam kurun waktu 4 bulan dan tidak meninggalkan bekas. 

Penyebab Bayi Berjerawat

1. Hormon
Penyebab jerawat bayi yaitu berubahnya hormon yang pada tubuh bayi hingga berpengaruh pada kerja kelenjar minyak di dalam kulit bayi. Pada tahap akhir masa kehamilan, melalui plasenta hormon sang ibu bisa memasuki area tubuh bayi. Penyebab utama dalam timbulnya jerawat pada bayi yaitu hormon andrenal androgen yang mempengaruhi jerawat bayi masih dalam kandungan melewati plasenta.

Selain melalui plasenta tersebut, hormon yang terdapat dalam diri ibu juga dapat masuk melalui ASI yang diberikan kepada bayi. Hormon yang diperkenalkan pada tubuh bayi akan mempengaruhi perubahan hormonal tubuh bayi tersebut, sehingga menstimulasi kelenjar minyak dan akhirnya memicu tumbuhnya jerawat pada bayi.

2. Obat-obatan
Selain dari faktor hormonal, penyebab tumbuhnya jerawat pada bayi yaitu obat-obatan yang dikonsumsi oleh sang ibu menyusui ataupun obat-obatan milik bayi itu sendiri, seperti steroid baik oral ataupun topikal, anti depresean atau obat kontrasepsi.

Itulah artikel tentang Penyebab Jerawat pada Bayi yang dapat disampaikan. Pada dasarnya jerawat bayi tidak harus diobati. Dibutuhkan waktu beberapa bulan agar jerawat tersebut hilang dengan sendirinya. Kecuali bila terlihat tanda-tanda jerawat yang semakin parah, maka konsultasikan pada dokter anak untuk memberikan penanganan lebih lanjut.

Cara Mengajak Bermain pada Bayi yang Baru Lahir

Mengajak bermain si kecil yang baru lahir memang cukup membuat Anda sebagai orangtua kebingungan begitu pula pengasuh bayi Anda (bila memiliki pengasuh bayi). Bayi yang baru saja lahir belum bisa merespon banyak lingkungan disekitarnya. Inilah yang justru harus dilakukan oleh baik orangtua maupun pengasuh dalam berinteraksi dengan bayi yang baru lahir. Hal ini dikarenakan stimulasi dengan cara bermain yang baik akan menunjang tumbuh kembang si kecil. Pentingnya mengajak buah hati Anda bermain ketika baru lahir berkaitan dengan cara untuk menghilangkan rasa bosan dan kesepian yang bisa membuat bayi Anda mengalami stres ringan sehingga berpengaruh pada perkembangan otak bayi Anda.

Bermain, Cara yang Tepat

Bermain merupakan cara utama bahwa bayi belajar bagaimana cara untuk bergerak, berkomunikasi, bersosialisasi, serta memahami lingkungan mereka. Selama bulan-bulan pertama, bayi Anda akan belajar berinteraksi dengan keluarga termasuk Anda, keluarga dan juga pengasuhnya. Hal pertama yang akan dipelajari oleh bayi Anda yaitu mengasosiasikan nuansa suara, sentuhan, dan melihat wajah Anda untuk memperoleh kenyamanan tersendiri menururt si bayi. Anda bisa mendorongnya untuk belajar dengan merangsang indera buah hati Anda dengan cara yang lebih positif, yaitu dengan senyuman, tekanan suara yang berbeda, dan sentuhan yang lembut.

Bahkan di  usianya yang masih muda, bayi yang baru lahir telah siap untuk belajar tentang dunia yang ada di sekitar mereka. Bayi baru lahir sangat menyukai ketika melihat wajah Anda sebagai ibu. Demikian pula, pada hari-hari pertama dan minggu pertama kehidupannya. Bayi yang baru lahir mampu mengenali suara ibu mereka dengan sangat baik. Bayi Anda akan merespon suara Anda atau suara menarik lainnya dengan melihat waspada dan menjadi kurang aktif. Bayi Anda mungkin mencoba mencari tahu dimana letak dari suara itu berasal dengan melihat lingkungan sekitar yang bisa dijangkaunya dengan memutarkan kepalanya. Ketika Anda tersenyum dan berbicara dengannya, wajah dan suara Anda akan menjadikan sumber yang nyaman bagi buah hati Anda untuk mendapatkan kehangatan dan sentuhan yang menyenangkan.

Bayi dilahirkan dengan tanggapan atau refleks untuk rangsangan tertentu, seperti halnya sentuhan. Refleks ini sangat membantu menjamin kelangsungan hidup si kecil. Selain itu rangsangan atau sentuhan juga akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk berinteraksi dengan dunianya. Misal, refleks rooting ini ditimbulkan oleh lembut membelai pipi bayi yang baru lahir. Respon dari bayi ialah untuk mengubah posisinya kepala dan mulut ke sisi sentuhan tersebut. Ketika mereka berusia 3 minggu, bayi akan berubah ke arah payudara atau botol tidak hanya keluar dari refleks, tapi karena ia telah belajar bahwa keduanya merupakan sumber makanan baginya.

Selain itu, refleks grasping (refleks menggenggam) yaitu refleks dengan gerakan jari-jari mungilnya mencengkram benda yang disentuhkan padanya, indikasi syaraf berkembang normal hilang setelah ia berusia 3 sampai 4 bulan. Bayi akan secara otomatis menggenggam jari pada saat Anda menyodorkan jari telunjuk ataupun benda kepadanya. Refleks menggenggam terjadi pada saat sesuatu menyentuh telapak tangan si kecil. Ia akan merespon dengan cara menggenggamnya sangat kuat dan bahkan sulit untuk melepaskannya.

Setelah memperhatikan kedua refleks tersebut, ada kaitannya dengan cara mengajak bermain si kecil. Berikut ini beberapa cara untuk mendorong bayi Anda untuk belajar dan bermain :
  1. Memainkan musik yang menenangkan sembari Anda menggendong buah hati Anda danm dengan lembut bergoyang mengikuti lantunan irama yang dimainkan.
  2. Pilihlah lagu-lagu yang menenangkan atau Anda juga bisa memilih lagu pengantar tidur untuk Anda nyanyikan. Keakraban dari suara dan kata-kata yang terdengar akan mempunyai efek menenangkan bagi si kecil.
  3. Senyuman, gerakan mulut, julurkan lidah Anda, dan ekspresi lainnya pada bayi Anda, ia akan belajar untuk meniru.
  4. Gunakan mainan favorit bagi si kecil untuk fokus terhadap benda tersebut dan bisa menemukannya.
Itulah ulasan mengenai Cara Mengajak Bermain pada Bayi yang dapat kami sampaikan. Yang perlu diingat bahwa perrkembang pada bayi memiliki tingkat yang berbeda. Apabila Anda melihat keganjalan dalam perkembangannya baik itu dalam berbicara, melihat, merespon terhadap lingkungan, maka Anda bisa langsung berkonsultasi kepada dokter Anda.